Dalam perjalanan hidup
Ternyata dihiasi sesuatu yang sulit
Tanpa pernah ku mengerti
Aku telah terjebak dalam penantian
Ku hanya berpikir keindahan
Yang ternyata tak pernah memiliki kesamaan
Tiada pernah ada kata sempurna
Karena semua saling melengkapi
Dan saling memberi
Di antara berjuta bintang
Yang hiasi hariku
Ku tak mampu memilihnya satu
Sebagai penerang jalanku
Ku terjebak dalam penantian
Ku coba putuskan keagungan untukku
Namun ku salah menilainya
Bukan bintang yang ku cari
Bukan bintang yang ku damba
Dia pergi entah kemana
Aku yang tak sempat memikirkanmu
Datang bawa kesejukan untukku
Aku yang sempat melupakanmu
Hadirkan kasihku padamu
Yang baru ku sadari...
Aku telah terjebak
Dalam penantianku...
060107
Kini kau selalu mewarnai
Walaupun tak ada pelangi
Begitu terasa hari
Walaupun pagi telah pergi
Tak mampu kubohongi
Air mata yang hadir dihati
Keheningan membawa mimpi
Yang begitu indah dihati
Ku tak ingin berbohong
Walaupun dalam kematian
Hujan yang hadir dalam kenangan
Membawa kehangatan
Entah harus dengan apa?
Kau bukakan cinta
Meski kuharus mentp jiwa
Nadi cinta ini tak mampu tertawa
Ku menangis dalam hadirmu
Cinta membasahi semangatku
aku hanya seprti besi yang terbakar dalam waktu
jujur aku terbelunggu
Karenamu aku menangis
Terdiam dengan penh sakit
Ku memang tak manis
Seperti yang kau ikat
Demi bahagiamu
Ku tak ingin sakiti mu
Ku tak ingin menjajah perasaanmu
Karena aku sayang kamu
By Penulis
Walaupun tak ada pelangi
Begitu terasa hari
Walaupun pagi telah pergi
Tak mampu kubohongi
Air mata yang hadir dihati
Keheningan membawa mimpi
Yang begitu indah dihati
Ku tak ingin berbohong
Walaupun dalam kematian
Hujan yang hadir dalam kenangan
Membawa kehangatan
Entah harus dengan apa?
Kau bukakan cinta
Meski kuharus mentp jiwa
Nadi cinta ini tak mampu tertawa
Ku menangis dalam hadirmu
Cinta membasahi semangatku
aku hanya seprti besi yang terbakar dalam waktu
jujur aku terbelunggu
Karenamu aku menangis
Terdiam dengan penh sakit
Ku memang tak manis
Seperti yang kau ikat
Demi bahagiamu
Ku tak ingin sakiti mu
Ku tak ingin menjajah perasaanmu
Karena aku sayang kamu
By Penulis
Sekejab cita yang kurasa
Ketika semua bersanding bersama
Menggapai mimpi indah semesta
Di akhir masa kita bersama
Bahagia tercurah dalam ketiadaan
Tercipta perbedaan yang telah terkikiskan
Untuk saling memberi... berbagi
Dalam keagungan hari ini
Kuberharap jangan pernah lupakan
Masa-masa mencipta... mencari kemuliaan hati
Bersama mentari esok
Menggapai asa di kemudian hari
Dan bila semua kini berakhir
Kembalilah lagi di saat pagi
Berkumpul mengobati hati
Yang telah rindu kesetiaanmu lagi
Ketika semua bersanding bersama
Menggapai mimpi indah semesta
Di akhir masa kita bersama
Bahagia tercurah dalam ketiadaan
Tercipta perbedaan yang telah terkikiskan
Untuk saling memberi... berbagi
Dalam keagungan hari ini
Kuberharap jangan pernah lupakan
Masa-masa mencipta... mencari kemuliaan hati
Bersama mentari esok
Menggapai asa di kemudian hari
Dan bila semua kini berakhir
Kembalilah lagi di saat pagi
Berkumpul mengobati hati
Yang telah rindu kesetiaanmu lagi

Ku dengar rintihan di tiap lembar hati yang mulai ku masuki
Ku yakin ini bukan suara semu
Namun terlahir dari kerasnya perjalanan cinta
Kala ragu dan susah menderuAkankah ku hancur di sini
Lewat hati yang terus menanti
Merusak emosi dalam diriku
Hingga ku sadari semua telah jauh tertinggal
Tertinggal dari peradaban cinta
Yang penuh dengan untaian kata cinta
Dalam tiap lajurnya
Dalam tiap sisinya
Dalam tiap harinya
Ketika rasa sepi hinggap menemani
Di bawah sini sesuatu yang terlupa tumbuhInginku kau hadir
Berkembang...coba menghiasi hati yang terlanjur sepi
Hati yang telah luka
Hati yang mulai membeku
Akan keindahan yang selama ini ku nanti
Inginku kau abadikan ragamu
Dalam penantian sepiku
Oh...dewi yang mewarnai hatiku...
071006

Kini engkau hilang
Semalam aku riang
Hari ini aku terasa malang
Engkau datang semalam
Dengan senyum memberi salam
Membawa cahaya terang
Tapi hari ini kau hilang
Terasa diri gelap kelam
Engkau
Bagaikan bayang-bayang
Dulu kau kata sayang
Hari ini kau bagaikan lelayang
Putus jauh melayang-melayang
Engkau
Dan ketika bulan tersenyum
bayang semakin nyata
dalam otak yang terisi oleh angan angan
kubuka ruang dan kucium wangi teh hijau
nyaman dan damai...........
kurasakan debaean jantung dipunggungku
hangatnya tanganmu
ketika memelukku
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
hati bila dipaksakan,
pasti takkan baik,
jadi lupakan saja hati
yang tak diinginkan
memang harus rela mengerti
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Cinta selalu merasa dirinya yang paling dan paling terbaik.
Cinta memang perasaan murni yg tak pernah bisa dibohongi atau terbohongi.
~aku ada karena cinta ada
,-.::.-,
cinta ada karena aku ada~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Pecinta...
tak henti-hentinya kau kobarkan asmaramu, padahal itukah jati dirimu?
Buka mata, tataplah karang yang menantang ombak. mereka tak pernah terkikis meski terus dihujam.
bayang semakin nyata
dalam otak yang terisi oleh angan angan
kubuka ruang dan kucium wangi teh hijau
nyaman dan damai...........
kurasakan debaean jantung dipunggungku
hangatnya tanganmu
ketika memelukku
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-hati bila dipaksakan,
pasti takkan baik,
jadi lupakan saja hati
yang tak diinginkan
memang harus rela mengerti
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Cinta selalu merasa dirinya yang paling dan paling terbaik.
Cinta memang perasaan murni yg tak pernah bisa dibohongi atau terbohongi.
~aku ada karena cinta ada
,-.::.-,
cinta ada karena aku ada~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Pecinta...
tak henti-hentinya kau kobarkan asmaramu, padahal itukah jati dirimu?
Buka mata, tataplah karang yang menantang ombak. mereka tak pernah terkikis meski terus dihujam.
